KETIKA SENJA
Aku tak mampu memilih jalan hidup yang harus kutempuh atau menentukan begitu saja garis tulang rusuk yang harus kususur karena adaku hanya tunduk pada kehendak angin yang menuntun. Pun tak bisa memilih cerita mana yang akan kukisahkan . juga menentukan alur yang akan kutentukan aku tak tahu lagi. Ini hanya peristiwa dan kenangan sederhana yang datang secara acak, berdasar ingatan juga menurut peristiwa yang lahir antara ada dan tiada. Kini, apakah aku yang menentukan sendiri kisah hidup yang akan kutuliskan? atau, justru hidup yang memilihku untuk menggoreskan kisahnya? Entahlah…